Slide Show

Kamis, 08 April 2010

NOTULEN RAPAT, 4 APRIL 2010



PENGURUS

KELUARGA BESAR
ALUMNI SMK N 1 WONOGIRI

Waktu : 04 April 2010, pukul 10.00 - 17.00 WIB
Tempat : Kediaman Penasehat Alumni Bpk. Sunarmo Hadi
Ciputat ,Tangerang Selatan

Dihadiri oleh :
1. Bpk . Sunarmo Hadi
2. Bpk. Agus ( Kangagus Jawir)

3. Bpk. Sakti Wibowo
4. Bpk. Sutrisno Dwiantoro
5. Bpk. Hananto Erick

6. Sdr. Adhi Saryadi

7. Sdri. Wanti Nazwa
8. Sdr. Eko Hariyanto

9. Sdri. Tri Ningrum ( Ichy Imbiel)

10. Sdr. Hardhex

11. Sdr. Eko Setyawan

12. Beserta segenap pengurus dari tiap sekbid yang terwakili


Pembahasan agenda rapat adalah sebagai berikut :

1. MASALAH & KENDALA PENGUMPULAN DATABASE ALUMNI

2. CLUSTERING SUB UNIT ALUMNI PER TAHUN LULUSAN

3. AGENDA PENGAYAAN MATERI BLOG ALUMNI SMEGY

4. PERSIAPAN UNTUK RENCANA REUNI AKBAR ALUMNI SMEGY

5. PENCARIAN DANA KAS UNTUK ALUMNI


HASIL DAN KEPUTUSAN :
1. DATA BASE ALUMNI, Untuk pengumpulan data alumni merupakan tugas pokok dari semua pengurus KB-Alumni SMEGY, namun dengan amat sangat pengurus mohon agar semua anggota Alumni SMEGY dapat membantu dalam rangka penelusuran alumni , dengan cara apapun (gethok tular) sehingga dapat terkumpul data yang akurat dan sebanyak2nya untuk menentukan arah dan tujuan baik jangka pendek ataupun jangka panjang dalam wadah KELUARGA BESAR ALUMNI SMEGY.

2. KORWIL JABODETABEK diputuskan sebagai pusat database alumni dari semua angkatan, penanggung jawab database tersebut adalah Sdr. Hardhex (Suhardi-2006) semua data yang masuk akan dijamin kerahasiaannya dan tidak disalahgunakan, data tersebut akan di arsiparis dan di upload di blog alumni (www. alumnismegy.blogspot.com).
MARI KITA KUMPULKAN SAUDARA-SAUDARA SE-ALMAMATER KITA.

3. CLUSTERING SUB UNIT, maksudnya adalah pemilahan personil dalam penelusuran data, karena pengurus merasa kalau bukan satu angkatan lulusan, data susah didapat/para alumni kurang percaya. Di samping itu kalau tahun lulusannya sama lebih tahu berapa banyak teman yang dikenalnya dan kita berharap bisa berantai/gethok tular. Yang dimaksud disini bukan berarti pengelompokan kriteria ALUMNI yang dilihat dari tahun kelulusannya, tapi lebih merupakan pengembangan dari jaringan induk ALUMNI tiap KORWIL sehingga pengumpulan data lebih menyebar bukan saja melalui media jejaring sosial saja, tapi yang lebih luas lagi cakupannya( termasuk yang awam juga dengan dunia maya atau yang kurang banyak waktu untuk gabung di media jejaring sosial). Untuk penunjukkan wakil per angkatan/per tahun sedang di kumpulkan dan disortir oleh ketua. BERBEDA BERSAMA KITA BERSAUDARA.

4. PENGAYAAN MATERI BLOG. Berhubung untuk blog ALUMNI SMEGY masih baru menetas, maka diperlukan adanya pengayaan materi yang menarik minat dari ALUMNI bahkan non ALUMNI sekalipun untuk berkunjung SETIAP SAAT sehingga lebih mempopulerkan Blog kita.Untuk itu sebagai dewan redaksi akan diatur oleh manajerial Blog yaitu Sdr. Sutrisno Dwiantoro (Alumni 1995) dan Sdr. Sakti Wibowo (Alumni 1996), untuk konsep kita tunggu dari hasil internal meeting mereka. TETAP SEMANGAT.

5. PERSIAPAN REUNI AKBAR DI SEKOLAH. Mengingat rencana yang sudah tersiar dari KORWIL JATENG dan DIY bahwasanya akan diadakan REUNI AKBAR pada saat hari raya IDUL FITRI 2010,maka tugas dari pengurus ALUMNI SMEGY tiap korwil harus digenjot lagi, dan target untuk penelusuran data alumnipun diperpendek atau berhenti sementara sampai bulan JUNI 2010,untuk dapat diolah dalam rangka penyusunan acara dan dana yang dikoordinir antar korwil. Sehingga dengan sangat hormat sekali kami selaku pengurus memohon bantuan dari semua anggota GROUP ALUMNI SMEGY untuk dapat saling membantu pengumpulan data demi ALMAMATER tercinta kita.TUNJUKKAN KITA BISA!!!!!

6. PENCARIAN DANA KAS UNTUK ALUMNI. Mengingat bahwa suatu organisasi juga membutuhkan adanya dana untuk mobilisasi dan kesekretariatannya maka kami dari KORWIL JABODETABEK dan KORWIL JATENG & DIY, telah memutuskan untuk membuat sebuah kaos SMEGY dimana nantinya keuntungan yang ada akan masuk dalam Kas ORGANISASI kita. Untuk desain dan harga sedang dalam tahap pematangan dan pencarian sumber yang lebih rendah untuk biaya produksinya sehingga tidak memberatkan anggota ALUMNI SMEGY. Untuk pemesanan dan pengiriman akan diumumkan lebih lanjut. KAMI MOHON DUKUNGAN DAN PARTISIPASI KALIAN SEMUA.

Demikian hasil keputusan rapat dan point-point penting dalam pertemuan antara PENGURUS KORWIL JABODETABEK, mari kita laksanakan dengan penuh semangat dan sukacita demi kemajuan almamater kita khususnya dan WONOGIRI kita tercinta pada umumnya.
Untuk itu kami selaku pengurus KORWIL JABODETABEK mohon adanya saran, kritik, dukungan dan bantuan dari teman-teman semua anggota ALUMNI SMEGY, sehingga KITA DAPAT MELANGKAH BERSAMA LEBIH MAJU LAGI.
Atas perhatian dan kesediaan teman-teman semua kami ucapkan bamuak-banyak terima kasih.

TUNJUKKAN KITA BISA,TUNJUKKAN eSeMKa MU, TUNJUKKAN PADA DUNIA.


MENGETAHUI

KETUA SEKRETARIS


Agus S. Dwi Warna
Selengkapnya...

Read More...

Rabu, 07 April 2010

TENTANG KABUPATEN WONOGIRI



Sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri dimulai dari embrio "kerajaan kecil" di bumi Nglaroh Desa Pule Kecamatan Selogiri. Di daerah inilah dimulainya penyusunan bentuk organisasi pemerintahan yang masih sangat terbatas dan sangat sederhana, dan dikemudian hari menjadi simbol semangat pemersatu perjuangan rakyat. Inisiatif untuk menjadikan Wonogiri (Nglaroh) sebagai basis perjuangan Raden mas Said, adalah dari rakyat Wonogiri sendiri ( Wiradiwangsa) yang kemudian didukung oleh penduduk Wonogiri pada saat itu.

Mulai saat itulah Ngalroh (Wonogiri) menjadi daerah yang sangat penting, yang melahirkan peristiwa-peristiwa bersejarah di kemudian hari. Tepatnya pada hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rabi'ul awal (Mulud) Tahun Jumakir, Windu Senggoro: Angrasa retu ngoyang jagad atau 1666, dan apabila mengikuti perhitungan masehi maka menjadi hari Rabu Kliwon tanggal 19 Mei 1741 ( Kahutaman Sumbering Giri Linuwih), Ngalaroh telah menjadi kerajaan kecil yang dikuatkan dengan dibentuknya kepala punggawa dan patih sebagai perlengkapan (institusi pemerintah) suatu kerajaan walaupun masih sangat sederhana. Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan Raden Mas Said selama penjajajahan Belanda telah pula menunjukkan reaksinya menentang kolonial.

Jerih payah pengeran Samber Nyawa ( Raden Mas Said ) ini berakhir dengan hasil sukses terbukti beliau dapat menjadi Adipati di Mangkunegaran dan Bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya ( KGPAA) Mangkunegoro I. Peristiwa tersebut diteladani hingga sekarang karena berkat sikap dan sifat kahutaman ( keberanian dan keluhuran budi ) perjuangan pemimpin, pemuka masyarakat yang selalu didukung semangat kerja sama seluruh rakyat di Wilayah Kabupaten Wonogiri.

Ditemukannya hari jadi Wonogiri pada tanggal 19 Mei 1741 akan merupakan sumber kebanggaan sebagai pendorong kemajuan dan pembangunan daerah Wonogiri. Hari jadi itu sendiri sebenanrnya merupakan jati diri yang akan menjadi titik tolak untuk melihat ke masa depan dengan pembangunan yang berkesinambungan dengan berpedoman pada Stabilitas Undang-undang Koordinasi Sasaran Evaluasi dan Semangat Juang (SUKSES).

Kabupaten Wonogiri yang terkenal dengan sebutan Kota Gaplek, merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang pembentukannya ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah–Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah.

Kondisi Kabupaten Wonogiri yang kaya kepemilikan gunung dan perbukitan dengan unsur tanah yang bervariasi sehingga kaya akan potensi alam seperti hutan, sungai, waduk dan gua yang sangat potensial sebagai tujuan wisata.
Kabupaten Wonogiri sebagai kota tujuan wisata sangat dimungkinkan karena :

- Dekat dengan tujuan wisata Solo dan Yogyakarta.
- Dekat dengan Bandara Adi Sumarmo Solo
- Event-event pariwisata cukup potensial
- Jaringan transportasi cukup lancar dari Pacitan, Ponorogo (Jawa Timur), Solo dan Yogyakarta.
- Potensi alam dan fasilitas cukup memadai.

Wonogiri kaya akan wisata ritual, karena menurut sejarahnya wonogiri didirikan oleh RM. Said (Pangeran Sambernyowo/Mangkunegoro I)

Salah satu petilasan RM.Said adalah Momumen Watu Gilang di Nglaroh Selogiri, Sendang Siwani terletak di Kecamatan Selogiri kurang lebih 5 Km arah ke utara Kota Wonogiri dan masih banyak petilasan yang lain, sebagai wisata ritual banyak dikunjungi orang untuk meditasi dan ngalab berkah pada malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon.
sumber : http://www.wonogirikab.go.id/home.php?mode=content&id=75
Selengkapnya...

Read More...

Minggu, 14 Februari 2010

Kura - kura Vs Kancil

Kura - kura Vs Kancil

Kiriman dari : Eni Sumarmi (Alumni 95)

Suatu hari Kura Kura dan Kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat. Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding
Sang Kancil melesat dengan cepat dan setelah merasa jauh melampaui Kura Kura dia berhenti sejenak dibawah pohon untuk beristirahat sebelum memulai lagi perlombaannya. Sang Kancil terduduk dibawah pohon dan akhirnya tertidur. Dan Kura Kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara, Sang Kancil terbangun dan mendapatkan dirinya kalah didalam perlombaan tersebut.

Maksud dari cerita ini adalah : mereka yang lambat, apabila konsisten, akan dapat memenangkan pertandingan Ini adalah cerita yang biasa kita dengar sejak masa kecil Baru baru ini seseorang bercerita versi baru yang lebih menarik. Rupanya ceritanya bersambung ………. Sang Kancil sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati hati dan terlena Kalau saja dia bisa lebih waspada maka tidaklah mungkin Kura Kura bisa mengalahkannya. Lalu ditantangnya lagi Kura Kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura Kura Dan kali ini, sang Kancil menang mutlak karena dia berlari tanpa henti

Maksud dari cerita ini adalah :
Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten Kalau ada dua orang diperusahaan, yang satu lambat, pakai metoda dan handal sedangkan yang satu lagi cekatan dan handal, maka yang cepat dan handal akan maju lebih cepat Lambat asal Konsisten itu bagus akan tetapi lebih bagus lagi kalau Cepat dan Konsisten

Tetapi ceritanya tidak hanya sampai disini.
Kali ini sang Kura Kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kancil pada jalur seperti yang lalu Setelah berpikir keras, kali ini Kura Kura menantang sang Kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda Sang kancil setuju. Mereka mulai berpacu dan sang Kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti ditepi sungai, karena harus menyeberang Rupanya garis finish nya terletak beberapa ratus meter setelah tepi diseberang sungai . Sang Kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa….. dan tak lama kemudian muncul Kura Kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai kegaris finish dan memenangkan pertandingan

Maksud cerita ini adalah:
Pertama, temukan kekuatan utama anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kekuatan utama anda Di Perusahaan, kalau anda pandai berbicara, carilah kesempatan untuk memberikan presentasi sehingga pimpinan anda bisa melihat kemampuan anda Kalau Kekuatanmu adalah menganalisis, carilah peran yang membutuhkan kemampuan analisis. Bekerja pada Kekuatanmu bukan hanya menunjukkan kehebatanmu akan tetapi juga menciptakan kesempatan untuk maju dan berkembang Kalau Kekuatanmu adalah mengorganisir, carilah peran untuk mengorganisir sesuatu kegiatan penting agar perusahaan tahu bahwa anda mungkin pantas menjadi manager Kalau Kekuatanmu adalah waspada dan teliti carilah peran yang membutuhkan kewaspadaan dan ketelitian seperti peran yang terkait dengan keselamatan, hukum atau keuangan

Ceritanya belum selesai lho…
Kali ini sang Kancil dan Kura Kura menjadi bersahabat dan mulai memikirkan solusi masalah bersama sama. Keduanya sadar bahwa lomba yang terakhir bisa dilakukan dengan jauh lebih baik Jadi mereka memutuskan untuk melakukan perlombaan lagi , cuma kali ini mereka berlari dalam satu team Mereka mulai berlari …… mula mula sang Kancil menggendong Kura Kura sampai ketepi sungai, kemudian disini Kura Kura yang menggendong Kancil untuk menyeberangi sungai Diseberang satunya Kancil mulai menggendong Kura Kura lagi sampai kegaris finish. Sampai digaris finish keduanya merasa puas karena berhasil tiba dengan waktu yang jauh lebih cepat dari lomba sebelumnya

Maksud cerita ini adalah:
Bagus menjadi orang yang brilian dan mempunyai kekuatan utama; akan tetapi tanpa bisa bekerjasama didalam suatu team dan menjalin masing masing kekuatan utama, hasilnya tidak akan maksimal karena selalu ada situasi dimana anda berkinerja kurang sedangkan rekan lainnya lebih baik. Kerjasama adalah masalah kepemimpinan yang sesuai dengan situasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi inti yang sesuai dengan situasi mengambil alih kepemimpinan.

Ada lagi yang dapat dipelajari disini ?
Catat bahwa baik Kancil maupun Kura Kura tidak pernah menyerah setelah mengalami kegagalan. Bahkan Sang Kancil bekerja lebih keras setelah kegagalannya Sedangkan Kura kura mengubah Strategi nya karena dia sudah berusaha sekuat tenaga. Dalam hidup, kalau kita menghadapi kegagalan, terkadang bisa diatasi dengan bekerja lebih keras dan menambahkan usaha Kadang akan lebih cocok untuk mengubah Strategi dan melakukan sesuatu yang berbeda. Dan terkadang lebih cocok melakukan keduanya, Keduanya juga belajar sesuatu pelajaran yang sangat penting..Kalau kita berhenti berkompetisi dengan saingan kita lalu mulai berkompetisi dengan situasi, kita akan bisa mendapatkan kinerja yang jauh lebih baik

Ringkasnya, cerita ini mengajarkan banyak hal pada kita.
Pelajaran yang penting adalah:
-Bahwa cepat dan konsisten akan selalu lebih baik daripada lambat dan konsisten
-Ambilah peran yang sesuai dengan KEKUATAN utama anda
-Kumpulkan kekuatan dan bekerja didalam team akan selalu mengalahkan jagoan individu;
-Jangan pernah menyerah kalau gagal;
-Dan akhirnya, bersainglah melawan situasi, jangan melawan pesaing.

~semoga ada hikmah yang dapat kita petik dari serita ini amiin ~

Selengkapnya...

Read More...

Sabtu, 13 Februari 2010

SUP GAPLEK PAGI HARI (DRY CASAVA SOUP FOR SOUL) – cepuk 01:

APA YANG BISA DIPERBUAT UNTUK WONOGIRI?

Oleh: Sarjono, SE, M.Ak, CFE, Ak (Sarjono Bregas al-Wanaghiry)


Suatu ketika ditanya simbah, “Le... (panggilan orang tua ke cucu), nek kowe lungo mboro, omah-omah neng paran, terus sing manggon neng ndeso sopo?” Terkejut mendengar pitakone simbah, karena sejak dulu warga Wonogiri memang suka mengembara, merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Lha, koq baru ditanyakan kepada saya yang merupakan entah generasi ke berapa yang mencari penghidupan di luar Wonogiri.

Pertanyaan itu sangat simpel, sederhana, dan mungkin kita menganggap sepele atau tidak ada maknanya. Namun, cobalah kita sejenak merenungkan kata demi kata yang diucapkan simbah tersebut. Tampaklah sebuah kekhawatiran atau kegamangan yang tersirat. Ya, pantaslah para simbah-simbah kita khawatir dengan keberadaan kampung asal kita, yang setiap tahun melahirkan jawara-jawara pencari nafkah keluarga. Yang setiap tahun mencetak para tangan-tangan kokok dan kuat, yang namanya berkibar di luar Wonogiri.

Sedangkan, orang tua kita, simbah kita, menunggu desa dan kampung kita dengan setia, sampai akhir hayat disertai perasaan khawatir, jangan-jangan para jawara itu lupa dengan tempat asalnya. Mungkin beliau khawatir, kita membangun kemegahan dan kesuksesan negeri orang, tapi melupakan asal kita yang sekarang sebagian masih tertinggal, masih banyak yang didera kesulitan baik bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi.

Okeylah, untuk menutup rasa kekhawatiran simbah-simbah kita, sudah semestinya kita bertanya, terus kalo begitu apa yang bisa kuperbuat untuk desa/kampung asalku agar bisa sejajar dengan daerah lain?

Tapi apalah aku, yang hanya menjadi seperti ini?

Tapi apa kemampuanku dengan keterbatasanku ini?

Apalah artinya aku ini yang hanya seorang?

Mungkin itu akan muncul dari diri kita, padahal baru bertanya pada diri sendiri, belum memulai. Memang di kampung masih banyak ratusan ribu orang yang bisa berbuat lebih dari kita. Namun, apakah kita akan menunggu bisa melebihi mereka (yang lebih), baru beruat? Bisakah kita menjamin sampai suatu saat kita bisa melebihi mereka (yang berlebih)? Adalah pertanyaan yang sulit dijawab oleh sebagian besar dari kita. Oleh karena itu, mengapa kita harus ragu dan malu untuk berbuat dengan kemampuan yang ada sekarang, sedangkan kita sendiri tidak tahu pasti, kapan kita bisa melebihi mereka (yang berlebih).

Dari Slogohimo, dari pelosok yang bila malam hari hanya terdengar suara cenggèrèt, suara jangkrik, suara gesekan pohon-pohon bambu yang tersapa angin karena saking pelosoknya), ingin berbagai, apa yang bisa kita perbuat untuk daerah asal kita.

Pertama: TUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI

Jangan melihat dari mana kita berasal, jangan suka membandingkan asal kita (udik/pelosok) dengan asal teman kita (misal, kota besar), jangan suka membandingkan status sosial kita (anak petani miskin) dengan status sosial teman kita (anak pejabat/pengusaha yang berlimpah harta). Karena semua itu akan mengerdilkan kita, akan menciutkan nyali kita untuk selalu bisa ‘fight’.

Kedua: SELALU BERKEINGINAN UNTUK BERBAGI (Intent to share).

Kadang kita selalu merasa bahwa saya menjadi begini, saya mencapai ini, karena jerih payah saya, karena usaha keras saya, bukan karena siapa-siapa. Jauhkan pikiran atau pandangan atau paradigma seperti itu. Kita dikatakan kaya karena ada orang yang kurang beruntung dari kita, kalo tidak, mana mungkin kita dikatakan kaya. Kita dikatakan ganteng/cantik karena ada orang yang (menurut persepsi) kurang cantik/ganting dari kita. Kita dikatakan tinggi karena ada orang yang lebih pendek dari kita. Sesungguhnya orang lain telah berbagi untuk kita, sehingga kita mendapat predikat kaya, tinggi, ganteng, dan cantik atau sebaliknya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita juga harus mulai berfikir, berniat, berkeinginan untuk BERBAGI.

Berbagi tidak harus dalam bentuk harta atau materi. 1001 cara untuk berbagi kepada sesama dan kepada makhluk lain, bahkan kepada tumbuh-tumbuhanpun. Dengan begitu, yakinlah bahwa kita tidak pernah akan merasa MISKIN (dalam arti luas).

Ketiga: PANDANGLAH YANG DEKAT SEBELUM MEMANDANG YANG JAUH

Kita masih ingat, ketika masih di bangku sekolah dasar. Apabila bapak guru meminta kita menggambar, sebagian besar lebih suka menggambar gunung berwarna biru, ada jalan, ada matahari, ada hamparan sawah yang hijau. Pokoknya semua terlihat indah. Demikian juga ketika kita memandang gunung yang jauh, dari Slogohimo memandang gunung Merapi di kala pagi, sangat indah, tampak kebiru-biruan. Padahal bila kita mencoba mendekatinya, yang tadinya tampak kebiru-biruan, tidak ada. Yang kita jumpai jurang, bukit-bukit, hamparan pasir yang meleleh dari kawah.

Apa yang bisa kita petik dari pelajaran ini? Ternyata keindahan yang jauh itu kadang hanya fatamorgana yang menipu. Kita lebih tertarik keindahan yang sangat jauh dari posisi kita, dan kadang kita malah melupakan bahwa disekeliling kita sebenarnya banyak keindahan-keindahan yang tidak semu, tidak menipu. Bila filosofi ini dibalik, kita kadang lebih senang berbuat kebajikan untuk pihak yang sangat jauh dari diri kita (meski tidak dilarang) dan kadang kita mengabaikan bahwa disekitar kita juga membutuhkan kebaikan kita. Ya, karena mungkin sebagian dari kita berfikir bahwa kalo membagi kebaikan di sekeliling kita kurang diapresiasi atau tidak menjadikan kita hebat. Pertanyaannya apakah kita harus dicap hebat untuk setiap perbuatan kita? Bukankan masih banyak yang lebih hebat dari kita? Kalo kita mengharapkan seperti itu, pastilah hanya kekecewaan yang kita peroleh.

(BERSAMBUNG) Selengkapnya...

Read More...

Senin, 08 Februari 2010

DARI WONOGIRI: BUKA MATA DAN JIWA UNTUK MENDUNIA


Assalamu'alaikum wr. wb.

Salam sejahtera buat semuanya,
Berbuat adalah keniscayaan, berani berbuat adalah keharusan. Ini blog dibuat mendahului dari yang lain, untuk didedikasikan kepada rekan-rekan alumni SMEAN (SMKN 1) Wonogiri yang masih bersemangat untuk saling menyambung silaturahmi, baik dalam suasana senang, longgar, bahagia, sedih, lapang, sempit, gembira, suntuk, dan suasana apapun.
Juga blog ini didedikasikan untuk semua rekan-rekan yang berkeinginan dengan ikhlas untuk berbagi (ilmu, pengalaman, wacana, dll) kepada yang lain, sebagai inspirasi demi kebersamaan dan mungkin akan memicu yang lain untuk menjadi lebih maju.
Untuk selanjutnya, pengelolaan blog ini saya serahkan kepada pengurus (Kang Agus Jawir dan bolokurowonya). Semoga dengan adanya perkumpulan alumni yang dibentuk di Anjungan TMII beberapa waktu yang lalu, dan dengan adanya blog ini mampu menjembatani kebisuan yang selama ini terjadi karena berbagai faktor.
Rekan-rekan semua diharapkan bisa berkontribusi dalam bentuk tulisan dengan tema apa saja yang memiliki nilai tambah (value added) untuk semua anggota alumni dan yang lainnya.
Wassalam,
Sarjono Bregas al-Wanaghiry Selengkapnya...

Read More...